Jumat, 15 Agustus 2014

Sore ini...

Lampu itu menyala serentak dari lantai bawah hingga lantai atas. Kalo kata orang jawa 'gemebyar'. Kata itu untuk menggambarkan gemerlapnya lampu disertai dengan sinar yang benderang. Tapi entah aku masih merasa senyap. Padahal raungan dan candaan percakapan dilantai atas gedung ini terdengar sampai bawah. Apa mereka yang diatas itu tak sadar atas gelagatnya yang tak sengaja didengarkan oleh kami yang sedang berada dibawah. Kadang orang2 yang dibawah ku perhatikan senyum2 sendiri karena mendengar celothan mereka.. Bener2 deh... 
Hmm... Aku masih merasa senyap... Angin yang meributkan pepohonan pun tak sanggup meramaikan diri ini. Suara daun-daun bergesekan yang melambai-lambai ingin diperhatikkan pun tak menarik perhatianku. Aku hanya sesekali mengawasi daun-daun itu, berjaga-jaga ketika mereka mulai menggugurkan diri untuk lebih menarik perhatianku. Karena mereka tau bahwa aku sangat tertarik saat mereka menggugurkan diri dari dahan. Eksotik. Mereka dengan berani jatuh ditanah yang tak pernah mereka sentuh sebelumnya. Mereka berani pada konsekuensi yang akan mereka dapatkan. Diinjak-injak, pecah, remuk. Diterbangkan oleh angin yang memaksa mereka untuk pasrah mengikuti angin kemana mereka terbang membawanya.... Angin yang lembut buatku tapi bagi mereka itu adalah topan.


Begitulah sore ini.... Senyap, dingin....  


Rabu, 02 Juli 2014

Ramadhan 1435 #4

Terlena. Judul hari ini adalah terlena. Terlena dengan suasana hari dan terlena dengan iming-iming pahala berlipat. Hati sudah berniat namun memang hanya Allah yang bisa mengijinkan terjadinya. Hati sudah berniat untuk tidak tertidur ba'da subuh tapi entah mata ini begitu kantuknya hingga tidurpun tak sadar. Tubuh hanya rebahan tapi detik kemudian sudah berselimut hangat. Mata hanya ingin jeda sejenak tanpa berniat mengistirahatkan banyak, namun apa daya lem mata lebih ampuh meng-off-kan daripada ototnya yang mencoba untuk menjaganya tetap on. Telinga ini mencoba untuk mendengar lebih dalam namun apa daya keheningan pagi membuatnya nyaman dan ikut off pula. Akhirnya semua badan off. Hingga sepertiga hari tubuh ini masih tak mau sadar, pun dengan ruh nya. Kemana perginya ruh pagi ini? Sampai-sampai hiruk pikuk sekitar tak membuat ruh untuk kembali ke jasadnya.
Terlena dengan iming-iming pahala berlibat membuat jiwa ini selalu bersemangat mengumpulkannya, menimbunnya, dan menjaganya untuk selalu bertambah. Kenyataan itu yang dialaimi jiwa ini. Dia telah menemukan kesenangan yang sangat membahagiakan hingga tak sadar jika dia sendirian. Jiwa ini menyerap semua energi yang dia dapatkan dari pengalamannya hari ini. Dari kajian ke kajian. Dari ibadah ke ibadah lainnya. Dia begitu antusias menikmati setiap langkahnya walau ia sendirian. Dan inilah cobaannya, jasad ini telah bersiklus. Ternyata inilah waktu datangnya tmu yang tak diinginkan itu. Tapi barpun tamu datang mengganggu jiwa ini harus tetap semangat dan mencari pahala yang bisa ia kumpukan dan timnununtuk tabungan hari nanti.