Sabtu, 14 Juli 2012

Ramadhan...sebentar lg....


Sebentar lagi ramadhan….. sudah siapkah untuk berperang???? Yuk persiapkan dengan matang, InsyaAllah Allah melihat usaha kita…… Barang siapa yang bahagia menyambut Ramadahn Allah pun bahagia padanya….hehe amin…
Ini nih sebuah hadist penyemangat kita di bulan Ramadhan. Sering kali yang kita keluhkan adalah sholat tarawih. Kenapa??? hayo senyum-senyum sendiri…..lagi cari-cari alasan yha…..dari sekian banyak orang yang saya temuai biasanya bilangnya banyak jumlah rakaatnya. Bikin capek.
Itukah alasanmu???? Sangat tidak tau terimakasih ---- Maaf ya kalau rada jelas bicaranya ---- Ya. Saya katakan sangat tidak tahu terimakasih. Bilangnya pengen dapat pahala yang banyak, pengen surga dan bla bla bla…masih banyak yang enak-enak yang diinginkan. Tapi setelah Allah memberi sarana untuk mencapainya, eeeehhh malah tidak mau melakukan. Apa Allah akan cinta kita kalau seperti itu? Enggak kan?? Makanya itu…sudah diberi sarananya mbok yha dipake…InsyaAllah semua yang diberikan Allah pada kita itu yang terbaik untuk kita….kita harus bersyukur dengan itu. Bersyukur Allah tidak memberi perintah sholat tarawih 50 rakaat. Tiap hari kita perlu ke tukang pijat dong…hehe.
OK SemangKa !!!! Semangat Kakak!!!!
SmangKir!!! Semangat sampai Akhir!!!! InsyaAllah….

Dari Ali Bin Abi Tholib ra, bahwa dia berkata: Nabi Muhammad SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawihdi bulan Ramadhan. Beliau bersabda:
“ Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama setiap saat dia dilahirkan oleh ibunya.
Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
Pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dari bawah ‘Arsy: Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.
Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al quran.
Pada malam kelima, Allah Ta’ala memberinya pahala seperti pahalanya orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.
Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberinya pahala yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
Pada malam ketujuh, seolah-olah dia mencapai derajat Nabi Musa as dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada NAbi Ibrahim as.
Pada malam kesembilan, seolah-olah ia ibadah kepada Alah Ta’ala sebagaimana ibadahnya Nabi.
Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniaidia kebaikan dunia dan akhirat.
Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan dimalam  purnama.
Pada ,ala, ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap keburukan.
Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa dia telah melakukan sholat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) ‘Arsy dan Kursi.
Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat di neraka dan kebebasan masuk surga.
Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat menyeru, “ Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridlo kepadamu dan kepada bapak dan ibumu.
Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat sederajat-derajanya dalam surga Firdaus.
Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para syuhada’ (orang-orang mati syahid)dan shalihin (orang-orang shaleh)
Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaaan aman dari setiap kesediahan dan kesusahan.
Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota dalam surge.
Pada malam kedua puluh empat,  ia memperoleh dua puluh empat doa yang dikabulkan.
Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
Pada malam ke dua puluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
Pada malam ke dua puluh tujuh, ia dapat  melewati shirath pada hari  akhir, bagaikan kilat yang menyambar.
Pada malam keduapuluh delapan, Allah menangkat baginya seribu derajat dalam surga.
Pada malam kedua puluh Sembilan, Allah memberinya pahala seribu biji yang diterima.
Pada malam ketiga puluh, Allah berfirman, “Hai hamba-KU mkanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minimlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkaulah hamba-Ku”
H.R Majalis

Sumber hadits: Quantum Puasa oleh Muhammad Abu Fitri Penerbit Fairus Media

Tidak ada komentar: